Stop Kerja Ilegal! Ini Cara Aman Kerja di New Zealand via Fruit Picking. Auckland, New Zealand — Di tengah meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk bekerja di luar negeri, isu kerja ilegal di New Zealand kembali menjadi sorotan. Menjawab kebutuhan akan informasi yang akurat dan berbasis regulasi resmi, Anavrin Media berkolaborasi dengan Queen City Law (QCL) menghadirkan e-seminar bertajuk “Stop Kerja Ilegal! Ini Cara Aman Kerja di New Zealand via Fruit Picking” pada 18 February 2026 pukul 11.00 WIB melalui Zoom teleconference.
Seminar ini akan membahas secara komprehensif jalur visa kerja New Zealand yang relevan untuk sektor fruit picking, termasuk persyaratan dasar, tahapan aplikasi, serta risiko hukum dan konsekuensi nyata dari kerja ilegal di Selandia Baru. Materi disusun untuk memberikan gambaran realistis mengenai peluang kerja, standar ketenagakerjaan, serta hak dan kewajiban pekerja migran di negara tersebut.
Stop Kerja Ilegal! Ini Cara Aman Kerja di New Zealand via Fruit Picking
Andy Saputra, Youtuber Indonesia di Selandia Baru sekaligus pendiri Anavrin Media yang telah tinggal di New Zealand sejak 2013, akan menjadi salah satu pembicara utama dalam seminar ini. Dengan lebih dari 90.000 pengikut, ia dikenal aktif mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai visa New Zealand, kerja legal di New Zealand, serta berbagai jalur peluang kerja seperti fruit picking dan pathway menuju residence.
Hannah Alcantara, Lawyer dari Queen City Law di Auckland, akan memaparkan aspek hukum dan regulasi imigrasi New Zealand secara komprehensif. Firma tersebut memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam praktik hukum imigrasi dan telah menangani berbagai kasus visa kerja serta jalur residence secara profesional.
Henny Bunardy, Relationship & Business Development Manager dari Queen City Law, turut memberikan perspektif praktis mengenai proses pendampingan profesional, alur komunikasi layanan visa kerja New Zealand, serta tahapan yang perlu dipahami calon pemohon.
Acara akan terdiri dari sesi pemaparan materi, sesi tanya jawab selama sekitar 45 menit yang dapat diperpanjang hingga 60 menit, serta sesi networking selama 20 menit. Pertanyaan peserta akan diseleksi berdasarkan relevansi untuk menjaga kualitas diskusi.
Penyelenggara menegaskan bahwa seminar ini bersifat edukatif dan bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terkait cara kerja legal di New Zealand, khususnya melalui sektor fruit picking. Di akhir sesi, peserta akan memperoleh informasi mengenai opsi layanan profesional bagi yang ingin melanjutkan proses aplikasi visa secara resmi.
Biaya partisipasi ditetapkan sebesar Rp 200.000 untuk 30 pendaftar pertama dan Rp 250.000 untuk harga normal. Pendaftaran dilakukan melalui https://anavrin.media/store dan mengingat keterbatasan kuota dan persiapan teknis acara, biaya pendaftaran tidak dapat dikembalikan.
Melalui kolaborasi ini, Anavrin Media dan Queen City Law berharap dapat menjadi referensi terpercaya bagi masyarakat Indonesia yang ingin memahami peluang kerja di Selandia Baru secara legal, faktual, dan bertanggung jawab.